Isnin, April 05, 2021

Daurah tafsir 2019 sesi 22(58)nota 16(352)

Daurah tafsir 2019 sesi 22(58)nota 16(352)

Surah Al mujadilah
Tertib surah 58
Bilangan ayatnya 22
Bilangan rukuk 3
Surah madaniyah
Tertib turunnya yg ke 105
Bilangan paragrafnya ada 3
Paragraf 1 Ayat 1-4 حُدُودُألله perlu  dijaga dalam  keadaan berlaku zihar terhadap isteri.
Paragraf 2 Ayat 5-13 المُنَافِقُونَ المُحَادُّون aktiviti2 orang2 munafik yg menentang pemerintah Islam.
Paragraf 3 Ayat 14-22 Berita gembira tentang kemenangan حِزْبُالله dan kegagalan حِزْبُ الشيطان

Mesej utama 
Propaganda orang2 munafiq yg dilakukan secara sulit boleh memecahbelahkan masyarakat  Islam dan melemahkan negara.

352

Ahad, April 04, 2021

Tafsir asas quran nota 9(302)256

Tafsir asas quran nota 9(302)256

dimaksudkan dengan firman Allah di hujung ayat berkenaan وعنده أم الكتاب (dan padaNya jua ada ilmu tentang semua itu).

Dalil Keempat ialah terdapat sekian banyak hadits yang menunjukkan ada ayat-ayat hukum tertentu dimansukhkan oleh ayat-ayat lain. Perkataan nasakh dengan jelas digunakan di dalam hadits-hadits berkenaan. Ini membuktikan sememangnya ada hukum di dalam al-Qur'an dimansukhkan dan digantikan dengan hukum lain menerusi ayat yang memansukhkannya. Sebagai contohnya ialah hadits berikut:
عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ { إِنْ تَرَكَ خَيْرًا الْوَصِيَّةُ لِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ } فَكَانَتْ الْوَصِيَّةُ كَذَلِكَ حَتَّى نَسَخَتْهَا آيَةُ الْمِيرَاثِ
Maksudnya: "lbnu - Abbaas mentafsirkan firman Allah yang bermaksud: "Diwajibkan atas kamu, apabila seseorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu bapa dan karib kerabatnya secara ma'ruf, (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertaqwa." (al-Baqarah:180).

Demikianlah hukum wasiat dahulu (untuk beberapa ketika). sehingga ia dimansukhkan oleh ayat pusaka (Hadits riwayat Abu Daud, alBaihaqi, ad-Daarimi dan lain-lain).

Ketika menghuraikan hadits ini Maulana Khalil Ahmad as-Saharanpuri di dalam Badzlu Majhudnya menulis (bermaksud): "Para 'ulama' berbeda pendapat tentang wasiat yang tersebut di dalam ayat 180 Surah ab-Baqarah ini- Adakah ia wajib atau tidak? Ada yang mengatakan ia tidak wajib. la hanya suatu yang sunat dan merupakan perintah irsyadi (perintah yang diberikan sebagai bimbingan untuk mendapat kebaikan duniawi, bukan sebagai wajib). Ada pula yang berpendapat, ia dahulunya difardhukan (diwajibkan), kemudian dimansukhkan. Orang-orang yang mengatakan ia wajib berbeda pendapat pula tentang sama ada ia dimansukhkan atau tidak. Ada yang mengatakan ia telah dimansukhkan, dan ada pula yang mengatakan ia tidak dimansukhkan. Abu Muslim al-lsfahani adalah antara tokoh yang berpendapat ia tidak dimansukhkan.

Orang-orang yang menerima ia dimansukhkan berbeda pendapat pula tentang naasikhnya. Ada yang mengatakan ia dimansukhkan dengan ayat pusaka. Ada pula yang mengatakan ia dimansukhkan dengan sabda Rasulullah s.a.w. berikut:

إن اللهَ أعطَى كلَّ ذي حقٍّ حقَّه فلا وصيةَ لوارثٍ


  
256



Daurah tafsir 2019 sesi 22(57)nota 16(350)

Daurah tafsir 2019 sesi 22(57)nota 16(350)

7. Melalui firman Allah لِيَقُومَ ٱلنَّاسُ بِٱلْقِسْطِۖ (Ayat: 25), manusia difahamkan bahawa Rasulullah tidak diutuskan semata-mata untuk menyampaikan aqidah dan cara beribadat, bahkan salah satu tujuan pengutusannya ke dunia ialah untuk menegakkan keadilan masyarakat melalui jihad. Melalui sistem zakat dan lain-lain punca pendapatan, keadilan ekonomi, kemasyarakatan, politik dan lain-lain boleh dicapai.

Al-Hadid 57:25
لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِٱلْبَيِّنَٰتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْمِيزَانَ لِيَقُومَ ٱلنَّاسُ بِٱلْقِسْطِۖ وَأَنزَلْنَا ٱلْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥ وَرُسُلَهُۥ بِٱلْغَيْبِۚ إِنَّ ٱللَّهَ قَوِىٌّ عَزِيزٌ 
Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan, hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat, Mahaperkasa.

8. Firman Allah (Ayat:27):وَرَهْبَانِيَّةً ٱبْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَٰهَا عَلَيْهِمْ

Al-Hadid 57:27
ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِم بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ٱبْنِ مَرْيَمَ وَءَاتَيْنَٰهُ ٱلْإِنجِيلَ وَجَعَلْنَا فِى قُلُوبِ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً وَرَهْبَانِيَّةً ٱبْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَٰهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ٱبْتِغَآءَ رِضْوَٰنِ ٱللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَاۖ فَـَٔاتَيْنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنْهُمْ أَجْرَهُمْۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَٰسِقُونَ 
Kemudian Kami susulkan rasul-rasul Kami mengikuti jejak mereka dan Kami susulkan (pula) Isa putra Maryam; Dan Kami berikan Injil kepadanya dan Kami jadikan rasa santun dan kasih sayang dalam hati orang-orang yang mengikutinya. Mereka mengada-adakan ra¥b±niyyah, padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka (yang Kami wajibkan hanyalah) mencari keridhaan Allah, tetapi tidak mereka pelihara dengan semestinya. Maka kepada orang-orang yang beriman di antara mereka Kami berikan pahalanya, dan banyak di antara mereka yang fasik.



Melalui ayat ini, cara hidup رهبانية(kependetaan dan kepaderian) dikatakan suatu perkara bid'ah yang
tidak pernah diajar oleh Allah. Di dalam agama Kristian, bid'ah seperti itu ditimbulkan mula-mulanya dengan niat yang baik kemudian ia melampaui batas. Ahli Kitab diseru supaya meninggalkan رهبانية dengan memeluk agama Islam, mereka diseru juga supaya berjihad dan bersama-sama menegakkan kerajaan Islam yang kuat untuk menegakkan keadilan seperti yang dilakukan oleh sekalian rasul.


9. Perkataan  نور beberapa kali digunakan di dalam surah ini.
(a) Allahlah yang telah menurunkan ayat-ayat al-Qu'ran kepada Rasulullah supaya Baginda mengeluarkan orang-orang Islam daripada kegelapan kepada نور (cahaya) (Ayat 9).

Al-Hadid 57:9
هُوَ ٱلَّذِى يُنَزِّلُ عَلَىٰ عَبْدِهِۦٓ ءَايَٰتٍۭ بَيِّنَٰتٍ لِّيُخْرِجَكُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ بِكُمْ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ 
Dialah yang menurunkan ayat-ayat yang terang (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya (Muhammad) untuk mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sungguh, terhadap kamu Allah Maha Penyantun, Maha Penyayang.


(b) Di hari kiamat nanti, kerana berbelanja di jalan Allah orang-orang mu'min baik lelaki dan perempuan akan mendapat  cahaya) yang menyuluh di hadapannya 
(Ayat: 12).

Al-Hadid 57:12
يَوْمَ تَرَى ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ يَسْعَىٰ نُورُهُم بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَٰنِهِم بُشْرَىٰكُمُ ٱلْيَوْمَ جَنَّٰتٌ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ 
pada hari engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka, (dikatakan kepada mereka), “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Demikian itulah kemenangan yang agung.”


(c) Pada hari kiamat nanti, orang-orang munafiq baik lelaki atau perempuan akan meminta نور daripada orang-orang lelaki dan perempuan mu'min tetapi نور  itu tidak akan diberikan kepada mereka (Ayat: 13).

Al-Hadid 57:13
يَوْمَ يَقُولُ ٱلْمُنَٰفِقُونَ وَٱلْمُنَٰفِقَٰتُ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱنظُرُونَا نَقْتَبِسْ مِن نُّورِكُمْ قِيلَ ٱرْجِعُوا۟ وَرَآءَكُمْ فَٱلْتَمِسُوا۟ نُورًا فَضُرِبَ بَيْنَهُم بِسُورٍ لَّهُۥ بَابٌۢ بَاطِنُهُۥ فِيهِ ٱلرَّحْمَةُ وَظَٰهِرُهُۥ مِن قِبَلِهِ ٱلْعَذَابُ 
Pada hari orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, “Tunggulah kami! Kami ingin mengambil cahayamu.” (Kepada mereka) dikatakan, ”Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu).” Lalu di antara mereka dipasang dinding (pemisah) yang berpintu. Di sebelah dalam ada rahmat dan di luarnya hanya ada azab.


(d) Orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul adalah صديق dan شهيد . Mereka akan mendapat
ganjaran serta نور daripada Allah (Ayat 19).

Al-Hadid 57:19
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦٓ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصِّدِّيقُونَۖ وَٱلشُّهَدَآءُ عِندَ رَبِّهِمْ لَهُمْ أَجْرُهُمْ وَنُورُهُمْۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَآ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلْجَحِيمِ 
Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, mereka itu orang-orang yang tulus hati (pencinta kebenaran) dan saksi-saksi di sisi Tuhan mereka. Mereka berhak mendapat pahala dan cahaya. Tetapi orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni-penghuni neraka.

(e) Ahli Kitab juga akan diberi Allah نور jika mereka beriman kepada rasul terakhir. Mereka akan dapat berjalan bersuluhkan نور itu (Ayat: 28).

Al-Hadid 57:28
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَءَامِنُوا۟ بِرَسُولِهِۦ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِن رَّحْمَتِهِۦ وَيَجْعَل لَّكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِۦ وَيَغْفِرْ لَكُمْۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ 
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya (Muhammad), niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan cahaya untukmu yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan serta Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang,


10. Perkataan وَمَغْفِرَةٌ juga beberapa kali digunakan di dalam surah ini.
(a) Di akhirat nanti ada عَذَابٌ شَدِيدٌ (azab yang dahsyat), مَغْفِرَةٌ (keampunan) dan رِضْوَٰنٌۚ (keredhaan Allah) juga ada di sana (Ayat: 20).

Al-Hadid 57:20
ٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَوْلَٰدِۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ ٱلْكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَٰمًاۖ وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنٌۚ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ 
Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.

(b) Untuk mendapat مَغْفِرَةٌ (keampunan) Allah dan syurgaNya, manusia hendaklah berlumba-lumba
melakukan kebaikan dan kerja-kerja kebajikan. Mereka hendaklah terkedepan dan mendahului orang lain untuk dapat masuk ke dalam saf السَّابِقُين (Ayat:21).

Al-Hadid 57:21
سَابِقُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ ذُو ٱلْفَضْلِ ٱلْعَظِيمِ 
Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.


(c) Ahli Kitab juga akan mendapat مَغْفِرَةٌ(keampunan) dari Allah jika mereka percaya kepada Rasul 

350

terakhir.

Sabtu, April 03, 2021

Tafsir asas quran nota 9(302)255

Tafsir asas quran nota 9(302)255

(i)la akan memberi erti, tidak ada seorang pun rasul melainkan telah membawa ayat al-Qur'an yang memansukhkan ayat yang lain dengan izin Allah. Soalnya, apakah setiap orang rasul datang dengan membawa ayat al-Qur'an Yang menasakhkan ayat lain? Apakah ayat nasikh dan ayat mansukh daripada al-Quran vang telab dibawa oleh rasul-rasul sebelum Nabi kita Muhammad s.a.w.?

(ii)Allah menerangkan bahawa beberapa orang rasul sebelum Muhammad juga diutus Allah dengan memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan, sebenarnya keterangan itu adalah untuk menyatakan bahawa para rasul sebagai manusia juga mempunyai keperluan dan kelemahan seperti manusia-manusia lain. Oleh itu adanya keperluan dan kelemahan pada mereka sebagai manusia sepatutnya tidak menimbulkan kehairanan. Adalah tidak wajar menolak seruan para rasul semata-mata kerana mereka juga mempunyai isteri dan anak cucu seperti kita? Lalu apakah kaitan rasul-rasul yang mempunyai sifat-sifat demikian dengan membawa ayat al-Qur'an yang memansukhkan ayat lain atau dimansukhkan dengan ayat al-Qur'an yang lain? Sedangkan apa yang dibawa oleh para rasul itu bukan al-Qur'an pun. Nabi Musa membawa Taurat. Nabi 'Isa membawa Injil. Begitu juga dengan nabi-nabi yang lain. Semua mereka membawa kitab atau suhuf masing-masing. Tiada siapa pun daripada mereka mereka membawa al-Qur'an? Yang membawa al-Qur'an hanyalah Nabi Muhammad saw. Jadi mengaitkan ayat ke-38-39 Surah arRa'd ini dengan bab nasakh ayat al-Qur'an adalah sesuatu yang di luar konteks.

Kesimpulannya ialah ayat ke-38-39 Surah ar-Ra'd lebih sesuai dikaitkan dengan syariat atau pun mukjizat yang diberi Allah kepada rasul-rasulNya. Ada syariat rasul terdahulu yang dihapuskan mujizat dan ada juga yang ditetapkan sehingga dapat terus dipakai oleh umat yang datang kemudian. Ada mu'jizat yang dihapuskan dan ada pula mu'jizat yang dikekalkan oleh Allah untuk rasul-rasul yang datang kemudian. Semuanya berlaku dengan izin Allah. Tiada satu pun daripada yang dihapuskan atau ditetap dan dikekalkan berlaku mengikut kehendak rasul-rasul iłu sendiri tanpa kebenaran daripada Allah.

Ayat ke-39 Surah ar-Ra'd itu oleh sesetengah 'ulama' ilmu 'aqidah dipakai dengan erti "qadha' muî allaq” dan ”qadha' mubram”. Qadha' mus allaq bererti ketetapan Allah yang masih lagi tergantung. la tergantung pada amalan atau tindakan tertentu makhluk. Qadha' mubram pula ialah ketetapan Allah yang memang telah putus. la tidak tergantung dengan apa-apa amalan pun. Firman Allah: يمحو الله ما يشاء mencerminkan "qadha' mu'allaq”, sementara  ويثبت pula mencerminkan ”qadha' mubram”. Kedua-dua qadha' atau qadar (taqdir) itu bagaimanapun sedia ada dalam ilmu Allah s.w.t. Atau sudah pun tercatat di dałam al-Lauh al-Mahfuzh. Itulah yang

255
 

Daurah tafsir 2019 sesi 22(57)nota 16(349)

Daurah tafsir 2019 sesi 22(57)nota 16(349)

kebaikan tetapi para sahabat seramai 1,400 orang yang terlibat dalam Bai'ah Ridhwan sebelum berlakunya peristiwa perjanjian damai di Hudaibiyah lebih afdhal daripada sahabat selepasnya.

Demikian juga para sahabat yang menyertai pembukaan Mekah seramai 10,000 orang lebih afdhal daripada para sahabat yang ikut serta mengerjakan haji terakhir (haji wada') bersama Rasulullah seramai lebih 100,000 orang. Perkataan الفتح yang tersebut di dalam ayat ini boleh diterima dengan erti perjanjian damai di Hudaibiyah, boleh juga dengan erti pembukaan Mekah.

4. Melalui firman Allah (Ayat: 16):أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ ٱللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ ٱلْحَقِّ

Al-Hadid 57:16
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ ٱللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ ٱلْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ ٱلْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَٰسِقُونَ 
Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka), dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik.

Dinyatakan ada perbezaan di antara hati yang khusyu' dan hati yang keras. Orang yang mempunyai hati yang khusyu' tidak akan ada sifat bakhil padanya, dia akan bersifat murah dan cintanya kepada dunia tidak seberapa. Orang-orang yang mempunyai hati keras pula akan menjadi seperti Ahli Kitab yang tidak menerima Islam, hidupnya penuh dengan kefasiqan dan amalan-amalan yang buruk.

5. Melalui firman Allah (Ayat: 20):ٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَوْلَٰدِۖ

Al-Hadid 57:20
ٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَوْلَٰدِۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ ٱلْكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَٰمًاۖ وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنٌۚ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ 
Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.


Beberapa peringkat dan fenomena kehidupan di dunia disebutkan dengan 6 perkataan.
(a) Permainan لَعِبٌ , seperti permainan kanak-kanak yang langsung tidak mempunyai kelazatan.
(b) Hiburan وَلَهْوٌ , yang walaupun ada kelazatannya tetapi ia baru dirasai setelah manusia menjangkau umur remaja.
(c) Bererti perhiasan iaitu زِينَةٌ, gaya hidup dan persolekan yang timbul minat manusia kepadanya setelah menjangkau umur dewasa.
(d) Perkataan تَفَاخُر Adalah suatu peringkat dan fenomena kehidupan di mana manusia suka menyebutkan kelebihannya kepada orang lain dan berbangga dengannya di samping mengaggap dirinya lebih daripada orang lain kerananya.
(e) Berlumba-lumba memperbanyakkan harta   تَكَاثُرٌ فِي الأمّوَالِsupaya melebihi orang lain dan seronok dengannya.
(f) Keinginan mempunyai lebih ramai anak berbanding orang lain.تَكَاثُرٌ فِي الأولادِ

6. Firman Allah سَابِقُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ (Ayat: 21) Menuntut manusia berlumba-lumba mendapatkan 2 perkara. Pertamanya ialah keampunan Allah dan keduanya adalah syurga. سبقة keinginan dan semangat untuk berada di hadapan orang lain dan melebihi orang lain dalam perkara-perkara kebaikan. Kerananyalah lahir golongan manusia السباقون

Al-Hadid 57:21
سَابِقُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ ذُو ٱلْفَضْلِ ٱلْعَظِيمِ 
Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.


349

Jumaat, April 02, 2021

Sahih bukhari kitab perubatan sesi 008s

Sahih bukhari kitab perubatan sesi 008s


٥٦ -  الطب » ٣٠٣١ -  الرقى بالقرآن والمعوذات
56. Pengobatan » 3031. Jampi dengan alquran dan doa perlindungan (muawidzat)
باب الرُّقَى بِالْقُرْآنِ وَالْمُعَوِّذَاتِ: 
Bab menjampi menggunakan quran atau surah2 pelindung
-sebelum ini imam bukhari sudah bawa tajuk(hadits 5270)
لَا يَسْتَرْقُونَ وَلَا يَتَطَيَّرُونَ وَلَا يَكْتَوُونَ
Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah minta untuk di jampi, tidak pernah bertathayur (menganggap sial pada binatang) dan tidak pula melakukan terapi dengan kay (terapi dengan menempelkan besi panas pada daerah yang sakit)
-maka boleh jadi kita akan kata semua jampi atau bomoh itu tidak  boleh,jadi imam bukhari nak beritahu bahawa itu tidak.
-yang tidak boleh atau dilarang itu jampi dengan yang bercanggah dengan aqidah.
-jampi dengan quran boleh sebab nabi saw juga jampi.
-jampi nabi saw jampi sendiri bukan ayat quran.
-ada juga yang nabi suruh cari orang lain untuk jampi.
-dan jika sesaorang itu orang Islam dia tidak akan menggunakan cara yang tidak betul .
Ini lah imam bukhari nak bagi tau.
-Dengan ini jampi dengan alquran dan baca doa ayat perlindungan (muawidzat) tidak bercanggah dengan aqidah dan bukan menolak taqdir.
-bahkan ini tadqir dan termasuk usaha untuk melindungi dari malapetaka dengan izin Allah seperti ubat juga.
Bukan  berkeyakinan itu yang menyembuhkan.
-Imam bukhari juga nak bagi tau ada penyakit yang tidak boleh dirawat oleh ubat2 biasa,ubat dari bahan tabii atau alam,bahan galian atau binatang,tumbuh-tumbuhan dan sebagainya tetapi diubat dengan cara lain.
-Imam bukhari juga nak bagi tau bahawa quran itu adalah penawar. Penawar ,bukan rohani tetapi penawar jasmani juga.
-Begitu juga penyakit jasmani bukan boleh dirawat oleh ubat-ubatan yang zahir sahaja bahkan boleh diubati dengan jampi.
-dikatakan باب الرُّقَى بِالْقُرْآنِ وَالْمُعَوِّذَاتِ termasuk 3 surah itu ,sebab itu disebut jamakالْمُعَوِّذَاتِ
-ataf khas kepada am..sebahagian dari alquran.
- juga bukan sahaja ayat yang kata أعوذ seperti fatihah.
-yang ketiga مُعَوِّذَاتِ juga ,apa2 yang dapat melindungi termasuk hadits atau ucapan2 yang didapati dari mimpi dan itu pula perkataan yang eluk tiada unsur syirik.
Masalah jika مُعَوِّذَاتِ itu ada perkataan unsur syirik.
-hadits larangan dan boleh kedua2nya ada.
-Adakah مُعَوِّذَاتِ ini bacaan sahaja dan bolehkah dijadikan azj at?jawapannya ..Ini khilaf
Minit 27
Dalam Kitab Muhamad Abdul Wahab ,kitabbul tauhid
-ini bab jampi dan azimat.
-Dia jenis orang terbuka dan jika ada khilaf dia akan bagi tau khilaf.Dia cuma pilih jalan yang lebih selamat ,itu perkara kedua.
-Digantung untung mengelakan dari makhluk halus.
-Ada yang berpendapat boleh dan ada yang tidak boleh.
-azimat ayat quran dan digantung adalah Khilaf.masih kena beringat2,bimbang ada anggap lain yang akan merosakan aqidah.
-azimat yang ada unsur syirik  yang tidak boleh.



٥٢٩٤ - حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَنْفُثُ عَلَى نَفْسِهِ فِي الْمَرَضِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ فَلَمَّا ثَقُلَ كُنْتُ أَنْفِثُ عَلَيْهِ بِهِنَّ وَأَمْسَحُ بِيَدِ نَفْسِهِ لِبَرَكَتِهَا فَسَأَلْتُ الزُّهْرِيَّ كَيْفَ يَنْفِثُ قَالَ كَانَ يَنْفِثُ عَلَى يَدَيْهِ ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ
5294. Telah menceritakan kepadaku Ibrahim bin Musa telah mengabarkan kepada kami Hisyam dari Ma'mar dari Az Zuhri dari 'Urwah 
dari 'Aisyah radliallahu 'anha bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meniupkan kepada diri beliau sendiri dengan Mu'awwidzat (surat An nas dan Al falaq) ketika beliau sakit menjelang wafatnya, dan tatkala sakit beliau semakin parah, sayalah yang meniup(menghembuskan) dengan kedua surat tersebut dan saya mengusapnya(bila sakit berat) dengan tangan beliau sendiri karena berharap untuk mendapat berkahnya." Aku(Makmar) bertanya kepada Az Zuhri; "Bagaimana cara meniupnya?" dia menjawab; "Beliau meniup kedua tangannya, kemudian beliau mengusapkan ke wajah(muka) dengan kedua tangannya."

٥٦ -  الطب » ٣٠٣٢ -  الرقى بفاتحة الكتاب
56. Pengobatan » 3032. Jampi dengan surat Alfatihah

باب الرُّقَى بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ: 
وَيُذْكَرُ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. 

Ini Bab Jampi dengan fatihatul kitab 
Ada disebutkan dari Ibnu Abbas dari Nabi saw.

٥٢٩٥ - حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ أَبِي الْمُتَوَكِّلِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَوْا عَلَى حَيٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَلَمْ يَقْرُوهُمْ فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ إِذْ لُدِغَ سَيِّدُ أُولَئِكَ فَقَالُوا هَلْ مَعَكُمْ مِنْ دَوَاءٍ أَوْ رَاقٍ فَقَالُوا إِنَّكُمْ لَمْ تَقْرُونَا وَلَا نَفْعَلُ حَتَّى تَجْعَلُوا لَنَا جُعْلًا فَجَعَلُوا لَهُمْ قَطِيعًا مِنْ الشَّاءِ فَجَعَلَ يَقْرَأُ بِأُمِّ الْقُرْآنِ وَيَجْمَعُ بُزَاقَهُ وَيَتْفِلُ فَبَرَأَ فَأَتَوْا بِالشَّاءِ فَقَالُوا لَا نَأْخُذُهُ حَتَّى نَسْأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلُوهُ فَضَحِكَ وَقَالَ وَمَا أَدْرَاكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ خُذُوهَا وَاضْرِبُوا لِي بِسَهْمٍ

5295. Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Ghundar telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abu Bisyr dari Abu Al Mutawakkil 
dari Abu Sa'id Al Khudri radliallahu 'anhu bahwa beberapa orang sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengadakan suatu perjalanan(pergi kesatu tempat kabilah arab), ketika mereka melewati salah satu perkampungan dari perkampungan Arab, orang-orang kampung tersebut tidak menerima mereka(sahabat2 nabi), ketika sikap mereka masih seperti itu seorang pemimpin mereka terkena sengatan kalajengking(binatang berbisa)⁵, lalu mereka pun berkata; "Apakah diantara kalian ada yang mempunyai obat, atau seorang yang bisa meruqyah(bomoh)?" lalu para sahabat Nabi pun berkata; "Sesungguhnya kalian tidak mau menerima kami, maka kamipun tidak akan melakukannya sehingga kalian memberikan imbalan(bayaran atau upah) kepada kami, " akhirnya mereka pun berjanji akan memberikan(tentukan) beberapa ekor kambing."Lalu seorang sahabat Nabi membaca Ummul Qur`an (fatihah)dan mengumpulkan ludahnya seraya meludahkan kepadanya hingga laki-laki itu sembuh, kemudian orang-orang kampung itu memberikan kepada para sahabat Nabi beberapa ekor kambing(yang dijanjikan sebagai upah)." Namun para sahabat Nabi berkata; "Kita tidak akan mengambilnya hingga kita bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang hal ini, " lalu mereka bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang pemberian itu hingga membuat beliau tertawa. Beliau bersabda: "Dari mana kamu tahu  bahwa itu jampi?, ambillah pemberian tersebut dan berilah bagiannya(satu bahagian) untukku."

Hadits 5295
👉Beliau bersabda: "Dari mana kamu tahu bahwa itu jampi? ambillah pemberian tersebut dan berilah bagiannya(satu bahagian) untukku."
-ini menunjukan ada keluasan atau boleh  dilakukan  kerana  bukan masalah ibadah.
-maka bukti ianya boleh dilakukan.



٥٦ -  الطب » ٣٠٣٣ -  الشرط في الرقية بقطيع من الغنم
56. Pengobatan » 3033. Menjampi dengan syarat meminta sekian kambing

باب الشَّرْطِ فِي الرُّقْيَةِ بِقَطِيعٍ مِنَ الْغَنَمِ: 
Ini bab menentukan syarat dalam jampi mendapat sekumpulan kambing.

٥٢٩٦ - حَدَّثَنِي سِيدَانُ بْنُ مُضَارِبٍ أَبُو مُحَمَّدٍ الْبَاهِلِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو مَعْشَرٍ الْبَصْرِيُّ هُوَ صَدُوقٌ يُوسُفُ بْنُ يَزِيدَ الْبَرَّاءُ قَالَ حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ الْأَخْنَسِ أَبُو مَالِكٍ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ نَفَرًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرُّوا بِمَاءٍ فِيهِمْ لَدِيغٌ أَوْ سَلِيمٌ فَعَرَضَ لَهُمْ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْمَاءِ فَقَالَ هَلْ فِيكُمْ مِنْ رَاقٍ إِنَّ فِي الْمَاءِ رَجُلًا لَدِيغًا أَوْ سَلِيمًا فَانْطَلَقَ رَجُلٌ مِنْهُمْ فَقَرَأَ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ عَلَى شَاءٍ فَبَرَأَ فَجَاءَ بِالشَّاءِ إِلَى أَصْحَابِهِ فَكَرِهُوا ذَلِكَ وَقَالُوا أَخَذْتَ عَلَى كِتَابِ اللَّهِ أَجْرًا حَتَّى قَدِمُوا الْمَدِينَةَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخَذَ عَلَى كِتَابِ اللَّهِ أَجْرًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَحَقَّ مَا أَخَذْتُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا كِتَابُ اللَّهِ

5296. Telah menceritakan kepada kami Sidan bin Muddzarib Abu Muhammad Al Bahili telah menceritakan kepada kami Abu Ma'syar Al Bashri dia adalah seorang yang jujur yaitu Yusuf bin Yazid Al Barra` dia berkata; telah menceritakan kepadaku 'Ubaidullah bin Al Ahnas Abu Malik dari Ibnu Abu Mulaikah 
dari Ibnu Abbas bahwa beberapa sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melewati sumber mata air dimana terdapat orang yang tersengat binatang berbisa, lalu salah seorang yang bertempat tinggal di sumber mata air tersebut datang(kepada sahabat2) dan berkata; "Adakah di antara kalian seseorang yang pandai menjampi? Karena di tempat tinggal dekat sumber mata air ada seseorang yang tersengat binatang berbisa(zalim)." Lalu salah seorang sahabat Nabi pergi ke tempat tersebut dan membacakan al fatihah dengan upah(syarat) seekor kambing. Ternyata orang yang tersengat tadi sembuh, maka sahabat tersebut membawa kambing itu kepada teman-temannya(sahabat2). Namun teman-temannya tidak suka(mahu) dengan hal itu, mereka berkata; "Kamu mengambil upah atas(dengan membaca) kitabullah?" setelah mereka tiba di Madinah, mereka berkata; "Wahai Rasulullah, ia ini mengambil upah atas kitabullah." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya(perkara ) upah yang paling berhak kalian ambil adalah upah karena (mengajarkan) kitabullah." 
-nabi saw minta menunjuk keyakinan terhadap kehalalan itu.

٥٦ -  الطب » ٣٠٣٤ -  رقية العين
56. Pengobatan » 3034. Jampi karena sorotan mata jahat ('ain)
باب رُقْيَةِ الْعَيْنِ: 
Bab menjampi kerana diganggu makhluk halus.

-nabi saw mengakui tentang adanya penyakit ini.
-ilmu sihir yang menggunakan mata .
Minit 43
-bukan semua pandangan mata boleh menyebabkan sakit . hanya  jika ada makhluk halus .
- orang bukan Islam pun ada dirasuk hantu. Dan bila sami dia halau,hantu pun boleh lari juga.
-pengalaman mmay bersama guru hadits nya Maulana Sindik,naik keretapi dan berhenti di satu stesennya ramai orang serbu termasuk orang hindu.mmay nampak gurunya memberi berbagai kertas yang telah ditulis kepada orang ramai. Maulana Sindik ini ahli mantik yang terkenal di Deobandi.Dia seorang yanb agak pelik. Buat kenduri panggil semua orang termasuk yang bukan Islam.

٥٢٩٧ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنِي مَعْبَدُ بْنُ خَالِدٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ شَدَّادٍ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ أَمَرَ أَنْ يُسْتَرْقَى مِنْ الْعَيْنِ

5297. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir telah mengabarkan kepada kami Sufyan dia berkata; telah menceritakan kepadaku Ma'bad bin Khalid dia berkata; saya mendengar Abdullah bin Syaddad 
dari Aisyah radliallahu 'anha dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kami supaya meruqyah(digunakan jampi) orang yang terkena penyakit 'ain (gangguan sihir)."(gangguan makhluk halus)


٥٢٩٨ - حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ وَهْبِ بْنِ عَطِيَّةَ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْوَلِيدِ الزُّبَيْدِيُّ أَخْبَرَنَا الزُّهْرِيُّ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ زَيْنَبَ ابْنَةِ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى فِي بَيْتِهَا جَارِيَةً فِي وَجْهِهَا سَفْعَةٌ فَقَالَ اسْتَرْقُوا لَهَا فَإِنَّ بِهَا النَّظْرَةَ تَابَعَهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَالِمٍ عَنْ الزُّبَيْدِيِّ وَقَالَ عُقَيْلٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

5298. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Khalid telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Wahb bin 'Athiyah Ad Dimasyqi telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Harb telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Walid Az Zubaidi telah mengabarkan kepada kami Az Zuhri dari 'Urwah bin Zubair dari Zainab puteri Ummu Salamah 
dari Ummu Salamah radliallahu 'anha bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihat budak wanita di rumahnya, ketika beliau melihat bekas hitam(ada tanda yang tidak baik pada mukanya) pada wajah budak wanita itu, beliau bersabda: "Ruqyahlah (Carilah bomoh untuknya) dia, karena padanya terdapat nadlrah (sisa sakit yang disebabkan karena sorotan mata jahat)(kerana dia telah terkena pandangan yakni buruk)." Hadits ini diperkuat oleh riwayat Abdullah bin Salim dari Az Zubaidi, dan berkata Uqail dari Az Zuhri telah mengabarkan kepadaku Urwah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Hadits 5298
👉dari Ummu Salamah radliallahu 'anha bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihat budak wanita di rumahnya, ketika beliau melihat bekas hitam(ada tanda yang tidak baik pada mukanya) pada wajah budak wanita itu, beliau bersabda: "Ruqyahlah (Carilah bomoh untuknya) - dia,
-nabi saw suruh carikan bomoh untuknya.dia sendiri tidak buat sendiri dalam kes ini.
-khidmat bomoh amat banyak jasanya 
-ini menunjukan juga bukan orang alim sahaja yang boleh berbomoh dan orang jahil agama tidak boleh berbomoh.Yang penting pandai berbomoh(tahu ramuannya)
-bagi mmay ,bomoh atau kebolehan berjampi pun perlu  utuk berkhidmat kepada masyarakat.
-ini bukan bid'ah.
Pertanya mmay. Ada dalil ke buat begitu?
-Jawapannya=Islam agama rahmat seluruh alam.
Orang kafir reti ko nak jaga azimat ayat2 quran?
-Tulisan 786  adalah tafsiran kepada ayat quran.sama makna dan telahnterbukti ada kesan. Ini slah satuncara dakwah. Terduduk mmay.
-Syekh Waliyuyah tulis azimat dipakai kepada orang sakit untuk mudah beranak.minit 59
-Dia tulis ayat qurahdan ayat isyrohiyat.
Apa ayat isyrohiyat?
-Rupa2 bahasa Ibrahi nama sifat tuhan. Dalam dur mansur ada sebut sifat tuhan .Nama   sifat tuhan dalam bahasa lain itu tidak salah.

karena padanya terdapat nadlrah (sisa sakit yang disebabkan karena sorotan mata jahat)(kerana dia telah terkena pandangan yakni buruk)."

-

٥٦ -  الطب » ٣٠٣٥ -  العين حق
56. Pengobatan » 3035. Sorotan mata jahat ('ain) adalah benar
باب الْعَيْنُ حَقٌّ: 
Ini bab ganggu makhluk halus itu adalah benar.

٥٢٩٩ - حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ نَصْرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ هَمَّامٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعَيْنُ حَقٌّ وَنَهَى عَنْ الْوَشْمِ
5299. Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Nashr telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq dari Ma'mar dari Hammam
 dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Penyakit 'ain (yang disebabkan oleh sorotan mata yang dengki) adalah haq (benar)." Dan beliau melarang tato."(mentatu bahagian tubuh)

Hadits 5299
👉Penyakit 'ain (yang disebabkan oleh sorotan mata yang dengki) adalah haq (benar)." Dan beliau melarang tato."(mentatu bahagian tubuh)
-kenapa penyakit ain dan tato ada letak bersama?
Sebab orang zaman primitif tato  agar hantu takut.
-nabi saw larang kerana mengubah kejadian Allah dan ada cara lain seperti jampi dan azimat (yang ada khilaf).
-paling kurang pegang alquran  pun hantu audah tak kacau.
Tiada sebab untuk tato cara lain ada.


٥٦ -  الطب » ٣٠٣٦ -  رقية الحية والعقرب
56. Pengobatan » 3036. Jampi karena ular dan kalajengking

باب رُقْيَةِ الْحَيَّةِ وَالْعَقْرَبِ: 
Ini bab menjampi kerana dipatuk ular dan disengat kala jengking

٥٣٠٠ - حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ الشَّيْبَانِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْأَسْوَدِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنْ الرُّقْيَةِ مِنْ الْحُمَةِ فَقَالَتْ رَخَّصَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرُّقْيَةَ مِنْ كُلِّ ذِي حُمَةٍ

5300. Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid telah menceritakan kepada kami Sulaiman As Syaibani telah menceritakan kepada kami 
Abdurrahman bin Al Aswad dari Ayahnya dia berkata; saya bertanya kepada 'Aisyah tentang ruqyah (jampi-jampi dari al Qur'an dan As Sunnah)(jampi kerana sengatan bintang berbisa) dari penyakit demam, dia menjawab; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengizinkan ruqyah(jampi) dari setiap penderita sakit demam.(dari setiap binatang yang berbisa)"
-ini menunjukan jampi mujarab.
-jangan ketat sangat  asalkan tiada unsur syirik.
-ada bomoh lekat tulang,air tudung periuk dan baca bismillah dan ucapan bahasa melayu pun mujarab.
-bg orang Islam rawatan bukan terhad kepada zahir  tetapi juga rawatan rohani juga


٥٦ -  الطب » ٣٠٣٧ -  رقية النبي صلى الله عليه وسلم
56. Pengobatan » 3037. Jampi nabi Shallallahu 'alaihi Wasallam 
باب رُقْيَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: 
Ini bab jampi Nabi saw.

٥٣٠١ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ قَالَ دَخَلْتُ أَنَا وَثَابِتٌ عَلَى أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ فَقَالَ ثَابِتٌ يَا أَبَا حَمْزَةَ اشْتَكَيْتُ فَقَالَ أَنَسٌ أَلَا أَرْقِيكَ بِرُقْيَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَلَى قَالَ اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إِلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
5301. Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Abdul Warits dari 
Abdul Aziz dia berkata; "Aku dan Tsabit pernah mengunjungi Anas bin Malik, lalu Tsabit berkata; "Wahai Abu Hamzah, aku sedang menderita suatu penyakit." Maka Anas berkata; "Maukah kamu aku ruqyah(jampi) dengan ruqyah(jampi) Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" dia menjawab; "Tentu." Anas berkata; "ALLAHUMMA RABBAN NAASI MUDZHIBIL BA`SA ISYFII ANTA SYAAFI LAA SYAAFIYA ILLA ANTA SYIFAA`AN LAA YUGHAADIRU SAQAMA (Ya Allah Rabb manusia, dzat yang menghilangkan rasa sakit, sembuhkanlah sesungguhnya Engkau Maha Penyembuh, tidak ada yang dapat menyembuhkan melainkan Engkau, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan(meninggalkan) rasa sakit)."

٥٣٠٢ - حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ عَنْ مُسْلِمٍ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُعَوِّذُ بَعْضَ أَهْلِهِ يَمْسَحُ بِيَدِهِ الْيُمْنَى وَيَقُولُ اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا قَالَ سُفْيَانُ حَدَّثْتُ بِهِ مَنْصُورًا فَحَدَّثَنِي عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ نَحْوَهُ

5302. Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Ali telah menceritakan kepada kami Yahya telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepadaku Sulaiman dari Muslim dari Masruq 
dari 'Aisyah radliallahu 'anha bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam selalu meminta perlindungan terhadap sebagian keluarganya, beliau mengusap dengan tangan kanannya sambil berdo'a; "ALLAHUMMA RABBAN NAASI ADZHIBIL BA`SA ISYFIHI ANTA SYAAFI LAA SYIFAA`A ILLA SYIFAA`UKA SYIFAA`AN LAA YUGHAADIRU SAQAMA (Ya Allah Rabb manusia, dzat yang menghilangkan rasa sakit, sembuhkanlah sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan dari kesembuhan-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit)." Sufyan berkata; Aku menceritakan hal ini kepada Manshur, maka dia menceritakan kepadaku dari Ibrahim dari Masruq dari Aisyah seperti hadits di atas.

٥٣٠٣ - حَدَّثَنِي أَحْمَدُ ابْنُ أَبِي رَجَاءٍ حَدَّثَنَا النَّضْرُ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَرْقِي يَقُولُ امْسَحْ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِكَ الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا أَنْتَ

5303. Telah menceritakan kepadaku Ahmad bin Abu Raja` telah menceritakan kepada kami An Nadlr dari Hisyam bin 'Urwah dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Ayahku dari 'Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika meruqyah(menjampi) beliau berdo'a: "Hilangkanlah rasa sakit (penderitaan)wahai Rabb manusia, di tangan-Mu lah segala kesembuhan, dan tidak ada yang dapat menyingkap penyakit tersebut melainkan Engkau."

٥٣٠٤ - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ رَبِّهِ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عَمْرَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ لِلْمَرِيضِ بِسْمِ اللَّهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيقَةِ بَعْضِنَا يُشْفَى سَقِيمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا

5304. Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Sufyan dia berkata; telah menceritakan kepadaku Abdurrabbihi bin Sa'id dari 'Amrah dari 'Aisyah radliallahu 'anha bahwa apabila Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendo'akan orang sakit, beliau membaca: "BISMILLAHI TURBATU ARDLINA BI RIIQATI BA'DLINA YUSYFAA SAQIIMUNA BI IDZNI RABBINA ("Dengan nama Allah, Debu tanah kami dengan ludah (liur)sebagian kami semoga sembuh orang yang sakit dari kami dengan izin Rabb kami."

٥٣٠٥ - حَدَّثَنِي صَدَقَةُ بْنُ الْفَضْلِ أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَبْدِ رَبِّهِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ عَمْرَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي الرُّقْيَةِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا وَرِيقَةُ بَعْضِنَا يُشْفَى سَقِيمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا
5305. Telah menceritakan kepadaku Shadaqah bin Al Fadl telah mengabarkan kepada kami Ibnu 'Uyainah dari 'Abdurrabbihi bin Sa'id dari 'Amrah 
dari 'Aisyah dia berkata; "Biasanya dalam meruqyah, beliau membaca: "BISMILLAHI TURBATU ARDLINA BI RIIQATI BA'DLINA YUSYFAA SAQIIMUNA BI IDZNI RABBINA ("Dengan nama Allah, Debu tanah kami dengan ludah sebagian kami semoga sembuh orang yang sakit dari kami dengan izin Rabb kami."

٥٦ -  الطب » ٣٠٣٨ -  النفث في الرقية
56. Pengobatan » 3038. Memberi hembusan ketika ruqyah

باب النَّفْثِ فِي الرُّقْيَةِ:
Ini bab meniup atau menghembus dalam jampi.
 
٥٣٠٦ - حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا سَلَمَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا قَتَادَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الرُّؤْيَا مِنْ اللَّهِ وَالْحُلْمُ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَنْفِثْ حِينَ يَسْتَيْقِظُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ وَيَتَعَوَّذْ مِنْ شَرِّهَا فَإِنَّهَا لَا تَضُرُّهُ وَقَالَ أَبُو سَلَمَةَ وَإِنْ كُنْتُ لَأَرَى الرُّؤْيَا أَثْقَلَ عَلَيَّ مِنْ الْجَبَلِ فَمَا هُوَ إِلَّا أَنْ سَمِعْتُ هَذَا الْحَدِيثَ فَمَا أُبَالِيهَا

5306. Telah menceritakan kepada kami Khalid bin Makhlad telah menceritakan kepada kami Sulaiman dari Yahya bin Sa'id dia berkata; saya mendengar
 Abu Salamah berkata; saya mendengar Abu Qatadah berkata; saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Mimpi baik dari Allah sedangkan ihtilam (mimpi buruk) datangnya dari syetan, maka apabila salah seorang dari kalian mimpi sesuatu yang dibencinya(yang tidak disenanginya), hendaknya ia menidupkan tiga kali tiaupan ketika bangun, lalu meminta perlindungan (minta berlindung)dari kejahatannya, sebab kejahatan tersebut tidak akan membahayakan dirinya." Abu Salamah berkata; "Apabila aku bermimpi sesuatu yang aku merasa lebih berat dari (manggung bukit)gunung, maka aku tidak akan memperdulikannya setelah aku mendengar hadits ini."

٥٣٠٧ - حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأُوَيْسِيُّ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ عَنْ يُونُسَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ نَفَثَ فِي كَفَّيْهِ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَبِالْمُعَوِّذَتَيْنِ جَمِيعًا ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ وَمَا بَلَغَتْ يَدَاهُ مِنْ جَسَدِهِ قَالَتْ عَائِشَةُ فَلَمَّا اشْتَكَى كَانَ يَأْمُرُنِي أَنْ أَفْعَلَ ذَلِكَ بِهِ قَالَ يُونُسُ كُنْتُ أَرَى ابْنَ شِهَابٍ يَصْنَعُ ذَلِكَ إِذَا أَتَى إِلَى فِرَاشِهِ
5307. Telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abdullah Al Uwaisi telah menceritakan kepada kami Sulaiman dari Yunus dari Ibnu Syihab dari 'Urwah bin Az Zubair 
dari 'Aisyah radliallahu 'anha dia berkata; "Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam hendak tidur, maka beliau akan meniupkan ke telapak tangannya sambil membaca QUL HUWALLAHU AHAD (QS Al Ikhlas 1-4) dan Mu'awidzatain (An Nas dan Al Falaq), kemudian beliau mengusapkan ke wajahnya dan seluruh tubuhnya. Aisyah berkata; Ketika beliau sakit, beliau menyuruhku melakukan hal itu." Yunus berkata; aku melihat Ibnu Syihab apabila hendak tidur, ia melakukan hal itu juga."

٥٣٠٨ - حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ أَبِي الْمُتَوَكِّلِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ أَنَّ رَهْطًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْطَلَقُوا فِي سَفْرَةٍ سَافَرُوهَا حَتَّى نَزَلُوا بِحَيٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَاسْتَضَافُوهُمْ فَأَبَوْا أَنْ يُضَيِّفُوهُمْ فَلُدِغَ سَيِّدُ ذَلِكَ الْحَيِّ فَسَعَوْا لَهُ بِكُلِّ شَيْءٍ لَا يَنْفَعُهُ شَيْءٌ فَقَالَ بَعْضُهُمْ لَوْ أَتَيْتُمْ هَؤُلَاءِ الرَّهْطَ الَّذِينَ قَدْ نَزَلُوا بِكُمْ لَعَلَّهُ أَنْ يَكُونَ عِنْدَ بَعْضِهِمْ شَيْءٌ فَأَتَوْهُمْ فَقَالُوا يَا أَيُّهَا الرَّهْطُ إِنَّ سَيِّدَنَا لُدِغَ فَسَعَيْنَا لَهُ بِكُلِّ شَيْءٍ لَا يَنْفَعُهُ شَيْءٌ فَهَلْ عِنْدَ أَحَدٍ مِنْكُمْ شَيْءٌ فَقَالَ بَعْضُهُمْ نَعَمْ وَاللَّهِ إِنِّي لَرَاقٍ وَلَكِنْ وَاللَّهِ لَقَدْ اسْتَضَفْنَاكُمْ فَلَمْ تُضَيِّفُونَا فَمَا أَنَا بِرَاقٍ لَكُمْ حَتَّى تَجْعَلُوا لَنَا جُعْلًا فَصَالَحُوهُمْ عَلَى قَطِيعٍ مِنْ الْغَنَمِ فَانْطَلَقَ فَجَعَلَ يَتْفُلُ وَيَقْرَأُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ حَتَّى لَكَأَنَّمَا نُشِطَ مِنْ عِقَالٍ فَانْطَلَقَ يَمْشِي مَا بِهِ قَلَبَةٌ قَالَ فَأَوْفَوْهُمْ جُعْلَهُمْ الَّذِي صَالَحُوهُمْ عَلَيْهِ فَقَالَ بَعْضُهُمْ اقْسِمُوا فَقَالَ الَّذِي رَقَى لَا تَفْعَلُوا حَتَّى نَأْتِيَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَذْكُرَ لَهُ الَّذِي كَانَ فَنَنْظُرَ مَا يَأْمُرُنَا فَقَدِمُوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرُوا لَهُ فَقَالَ وَمَا يُدْرِيكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ أَصَبْتُمْ اقْسِمُوا وَاضْرِبُوا لِي مَعَكُمْ بِسَهْمٍ

5308. Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Abu Bisyr dari Abu Al Mutawakkil 
dari Abu Sa'id bahwa beberapa orang dari sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pergi dalam suatu perjalanan, ketika mereka singgah di suatu perkampungan dari perkampungan Arab, mereka meminta supaya diberi jamuan(diterima sebagai tetamu), namun penduduk perkampungan itu enggan untuk menjamu mereka, ternyata salah seorang dari tokoh mereka tersengat binatang berbisa, mereka sudah berusaha menerapinya(merawat) namun tidak juga memberi manfa'at sama sekali, maka sebagian mereka mengatakan; "Sekiranya kalian mendatangi(yang singgah) sekelompok laki-laki (sahabat Nabi) yang singgah di tempat kalian, semoga saja salah seorang dari mereka ada yang memiliki sesuatu, lantas mereka mendatangi para sahabat Nabi sambil berkata; "Wahai orang-orang(kumpulan orang musafir), sesungguhnya pemimpin kami tersengat binatang berbisa, dan kami telah berusaha menerapinya(merawat) dengan segala sesuatu namun tidak juga membuahkan hasil, apakah salah seorang dari kalian memiliki sesuatu (sebagai obat)?" Salah seorang sahabat Nabi menjawab; "Ya, demi Allah aku akan meruqyahnya (menjampinya), akan tetapi demi Allah, sungguh kami tadi meminta kalian supaya menjamu kami, namun kalian enggan menjamu kami, dan aku tidak akan meruqyah (menjampinya) sehingga kalian memberikan imbalan kepada kami." Lantas penduduk kampung itu menjamu mereka dengan menyediakan beberapa ekor kambing, lalu salah satu sahabat Nabi itu pergi dan membaca al hamdulillahi rabbil 'alamin (al fatihah) dan meludahkan kepadanya hingga seakan-akan pemimpin mereka terlepas dari tali (ikatan)yang membelenggunya dan terbebas dari penyakit yang dapat membinasakannya. Abu Sa'id berkata; "Lantas penduduk kampung tersebut memberikan imbalan yang telah mereka persiapkan kepada sahabat Nabi, dan sahabat Nabi yang lain pun berkata; "Bagilah." Namun sahabat yang meruqyah(menjampi) berkata; "Jangan dulu sebelum kita menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan memberitahukan apa yang terjadi dan kita akan melihat apa yang beliau perintahkan kepada kita." Setelah itu mereka menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan memberitahukannya kepada beliau, beliau bersabda: "Apakah kamu tidak tahu bahwa itu adalah ruqyah(jampi)? Dan kalian telah mendapatkan imbalan darinya, maka bagilah dan berilah bagian untukku."

٥٦ -  الطب » ٣٠٣٩ -  مسح الراقي الوجع بيده اليمنى
56. Pengobatan » 3039. Orang yang menjampi mengusap penyakit dengan tangan kanan

باب مَسْحِ الرَّاقِي الْوَجَعَ بِيَدِهِ الْيُمْنَى: 
Ini bab bomoh menyapu tempat sakit dengan tangan kanannya.

٥٣٠٩ - حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ مُسْلِمٍ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ بَعْضَهُمْ يَمْسَحُهُ بِيَمِينِهِ أَذْهِبْ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا فَذَكَرْتُهُ لِمَنْصُورٍ فَحَدَّثَنِي عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ بِنَحْوِهِ
5309. Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Yahya dari Sufyan dari Al A'masy dari Muslim dari Masruq 
dari 'Aisyah radliallahu 'anha dia berkata; bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memintakan perlindungan untuk sebagian keluarga beliau, lalu beliau mengusapkan kepadanya dengan tangan kanannya sambil berdo'a: "ADZHIBIL BA`SA ALLAHUMMA RABBAN NAASI WASYFII ANTA SYAAFI LAA SYIFAA`A ILLA SYIFAA`UKA SYIFAA`AN LAA YUGHAADIRU SAQAMA (Hilangkanlah rasa sakit Ya Allah Rabb manusia, sembuhkanlah sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan dari kesembuhan-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit)." Lalu aku menceritakan hal ini kepada Manshur, maka dia menceritakan kepadaku dari Ibrahim dari Masruq dari Aisyah seperti hadits di atas.

Minit 17




Sahih bukhari kitab perubatan sesi 008ss
56. Pengobatan » 3037. Jampi nabi Shallallahu 'alaihi Wasallam 
باب رُقْيَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: 
Ini bab jampi Nabi saw.

Hadits 5301
 اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إِلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
 Ya Allah Rabb manusia, dzat yang menghilangkan rasa sakit, sembuhkanlah sesungguhnya Engkau Maha Penyembuh, tidak ada yang dapat menyembuhkan melainkan Engkau, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit."

٥٣٠٢ - حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ عَنْ مُسْلِمٍ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُعَوِّذُ بَعْضَ أَهْلِهِ يَمْسَحُ بِيَدِهِ الْيُمْنَى وَيَقُولُ اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا قَالَ سُفْيَانُ حَدَّثْتُ بِهِ مَنْصُورًا فَحَدَّثَنِي عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ نَحْوَهُ

Hadits 5302. 
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا 
Ya Allah Rabb manusia, dzat yang menghilangkan rasa sakit, sembuhkanlah sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan dari kesembuhan-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit.

Hadis 5303. :
امْسَحْ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِكَ الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا أَنْتَ
Hilangkanlah rasa sakit (penderitaan)wahai Rabb manusia, di tangan-Mu lah segala kesembuhan, dan tidak ada yang dapat menyingkap penyakit tersebut melainkan Engkau."

Hadits 5304. 
بِسْمِ اللَّهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيقَةِ بَعْضِنَا يُشْفَى سَقِيمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا
Dengan nama Allah, Debu tanah kami dengan ludah (liur)sebagian kami semoga sembuh orang yang sakit dari kami dengan izin Rabb kami."


Hadita 5305. 
 بسم الله تُرْبَةُ أَرْضِنَا وَرِيقَةُ بَعْضِنَا يُشْفَى سَقِيمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا
Dengan nama Allah, Debu tanah kami dengan ludah sebagian kami semoga sembuh orang yang sakit dari kami dengan izin Rabb kami."


56. Pengobatan » 3038. Memberi hembusan ketika ruqyah
باب النَّفْثِ فِي الرُّقْيَةِ:
Ini bab meniup atau menghembus dalam jampi.
 
Hadits 5306. Telah menceritakan kepada kami Khalid bin Makhlad telah menceritakan kepada kami Sulaiman dari Yahya bin Sa'id dia berkata; saya mendengar
 Abu Salamah berkata; saya mendengar Abu Qatadah berkata; saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Mimpi baik dari Allah sedangkan ihtilam (mimpi buruk) datangnya dari syetan, maka apabila salah seorang dari kalian mimpi sesuatu yang dibencinya(yang tidak disenanginya), hendaknya ia menidupkan tiga kali tiaupan ketika bangun, lalu meminta perlindungan (minta berlindung)dari kejahatannya, sebab kejahatan tersebut tidak akan membahayakan dirinya." Abu Salamah berkata; "Apabila aku bermimpi sesuatu yang aku merasa lebih berat dari (manggung bukit)gunung, maka aku tidak akan memperdulikannya setelah aku mendengar hadits ini."

Hadits 5307. 
dari 'Aisyah radliallahu 'anha dia berkata; "Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam hendak tidur, maka beliau akan meniupkan ke telapak tangannya sambil membaca
 قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَبِالْمُعَوِّذَتَيْنِ جَمِيعًا ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ وَمَا بَلَغَتْ يَدَاهُ مِنْ جَسَدِهِ 
kemudian beliau mengusapkan ke wajahnya dan seluruh tubuhnya. Aisyah berkata; Ketika beliau sakit, beliau menyuruhku melakukan hal itu." 

Hadits 5308. Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Abu Bisyr dari Abu Al Mutawakkil 
dari Abu Sa'id bahwa beberapa orang dari sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pergi dalam suatu perjalanan, ketika mereka singgah di suatu perkampungan dari perkampungan Arab, mereka meminta supaya diberi jamuan(diterima sebagai tetamu), namun penduduk perkampungan itu enggan untuk menjamu mereka, ternyata salah seorang dari tokoh mereka tersengat binatang berbisa, mereka sudah berusaha menerapinya(merawat) namun tidak juga memberi manfa'at sama sekali, maka sebagian mereka mengatakan; "Sekiranya kalian mendatangi(yang singgah) sekelompok laki-laki (sahabat Nabi) yang singgah di tempat kalian, semoga saja salah seorang dari mereka ada yang memiliki sesuatu, lantas mereka mendatangi para sahabat Nabi sambil berkata; "Wahai orang-orang(kumpulan orang musafir), sesungguhnya pemimpin kami tersengat binatang berbisa, dan kami telah berusaha menerapinya(merawat) dengan segala sesuatu namun tidak juga membuahkan hasil, apakah salah seorang dari kalian memiliki sesuatu (sebagai obat)?" Salah seorang sahabat Nabi menjawab; "Ya, demi Allah aku akan meruqyahnya (menjampinya), akan tetapi demi Allah, sungguh kami tadi meminta kalian supaya menjamu kami, namun kalian enggan menjamu kami, dan aku tidak akan meruqyah (menjampinya) sehingga kalian memberikan imbalan kepada kami." Lantas penduduk kampung itu menjamu mereka dengan menyediakan beberapa ekor kambing, lalu salah satu sahabat Nabi itu pergi dan membaca al hamdulillahi rabbil 'alamin (al fatihah) dan meludahkan kepadanya hingga seakan-akan pemimpin mereka terlepas dari tali (ikatan)yang membelenggunya dan terbebas dari penyakit yang dapat membinasakannya. Abu Sa'id berkata; "Lantas penduduk kampung tersebut memberikan imbalan yang telah mereka persiapkan kepada sahabat Nabi, dan sahabat Nabi yang lain pun berkata; "Bagilah." Namun sahabat yang meruqyah(menjampi) berkata; "Jangan dulu sebelum kita menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan memberitahukan apa yang terjadi dan kita akan melihat apa yang beliau perintahkan kepada kita." Setelah itu mereka menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan memberitahukannya kepada beliau, beliau bersabda: "Apakah kamu tidak tahu bahwa itu adalah ruqyah(jampi)? Dan kalian telah mendapatkan imbalan darinya, maka bagilah dan berilah bagian untukku."



56. Pengobatan » 3039. Orang yang menjampi mengusap penyakit dengan tangan kanan
باب مَسْحِ الرَّاقِي الْوَجَعَ بِيَدِهِ الْيُمْنَى: 
Ini bab bomoh menyapu tempat sakit dengan tangan kanannya.

Hadits 5309. 
dari 'Aisyah radliallahu 'anha dia berkata; bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memintakan perlindungan untuk sebagian keluarga beliau, lalu beliau mengusapkan kepadanya dengan tangan kanannya sambil berdo'a:
 "أَذْهِبْ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Hilangkanlah rasa sakit Ya Allah Rabb manusia, sembuhkanlah sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan dari kesembuhan-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit.









Daurah tafsir 2021 kuliah 0001(05)

Daurah tafsir 2021 kuliah 0001(05)

Terjemahan risalah tafsir

Risalah 1 Daurah Tafsir : Muqaddimah Tafsir
[Muqaddimah Daurah Tafsir ini disampaikan oleh Maulana Hadi]

Kepentingan belajar dan faham tafsir Quran:
Ini adalah kerana Allah suruh sampaikan Qur’an. Walaupun Qur’an ini senang sampai kepada manusia – hampir di mana-mana sahaja kita boleh dapat Kitab al-Quran ini. Tapi, begitupun, Nabi masih Allah suruh sampaikan juga kepada manusia. Maka, kalau kita kena sampaikan kepada manusia lain, kita sendiri kenalah tahu tafsir Qur’an itu sendiri. Kalau tidak, bagaimana kita nak sampaikan? Paling dekat yang kita kena sampaikan adalah ahli keluarga kita sendiri.Nabi telah bersabda bahawa manusia yang paling baik adalah yang belajar Quran dan menyampaikannya. Ini adalah satu perkara yang amat penting juga. 

Terdapat perbezaan antara orang yang tabligh (menyampaikan) kepada orang lain, dengan orang yang hanya dengar sahaja, tapi tidak sampaikan kepada orang lain – dia dah belajar, tapi dia simpan sendiri. Dalam nas yang sampai kepada kita, Allah telah beri jaminan untuk menjaga iman mereka yang tabligh kepada orang lain. Jadi, ini adalah satu kelebihan yang amat penting sekali. Maknanya, kalau setakat tahu sahaja, belum tentu iman kita terpelihara.
Ilmu faham Quran ini adalah ilmu yang paling utama dalam dunia. Tidak ada lagi ilmu lain yang lebih penting. Kerana tidak kitab lain lagi yang lebih mulia lagi dari Quran. Dan tidak ada ilmu lain lagi yang lebih penting dari Ilmu Aqidah – Quran banyak mengandungi ilmu aqidah, jadi untuk memperkemaskan akidah kita, kenalah kita belajar Tafsir Quran.

Definisi Qur’an:
Katakanlah kita ditanya, apakah maksud ‘Quran’?, bagaimana kita jawap kepada orang yang bertanya itu? Jawap: satu kitab yang diturunkan dari Allah kepada Nabi Muhammad.Dan Quran ini diturunkan untuk insan semuanya, bukan kepada Nabi Muhammad sahaja. 
Wajib untuk kita mempelajarinya, dan tidak dapat masuk syurga kalau tak faham Qur’an. 
Oleh itu, bagaimanakah nasib mereka yang tidak menghiraukan Quran?

Tujuan faham Quran adalah untuk betulkan akidah dan amalan kita. Kalau tak belajar, tidak lengkap akidah kita dan tidak benar amalan kita. Maka, kalau tidak belajar, akan ada banyak salah faham dan salah amal ibadat kita kerana kita tidak belajar dan kalau begitu, tempat tujuan kita adalah neraka. Alangkah malangnya, selepas banyak melakukan amal ibadat, tapi satu pun tidak dikira. Kita sangka kita dapat masuk ke syurga, kerana kita banyak amal, tapi rupanya masuk ke neraka. Ini amat malang sekali.

Apakah itu ‘Tafsir Quran’?:
Maksud ‘Tafsir’ adalah menyelak Qur’an sampai jelas. Kita belajar tafsir untuk tahu apakah kehendak Allah ke atas kita. Ianya tidak boleh dipelajari dengan sendiri, faham sendiri dan agak-agak sahaja. Ianya memerlukan pembelajaran, sampaikan sahabat pun kena belajar 
dengan Nabi kerana ada yang rumit dan mereka tak faham. Sedangkan mereka itu bangsa Arab dan tentunya dah mahir dengan bahasa Arab, tapi mereka juga kena belajar dengan Nabi.
Bukan semua tafsir itu bagus. Ada tafsir yang dipuji dan ada tafsir yang dikeji. Bagaimana pula begitu? Ketahuilah, kalau kita bercakap tentang Qur’an tanpa belajar, kita akan 
tanggung dosa. Kerana kita telah memperkatakan tentang Quran perkara yang kita tidak tahu. Kita tidak tahu kerana kita tidak belajar. Amat ramai yang ikut akal sendiri dalam 
memahami maksud ayat-ayat Quran. Apabila kita dengan bagaimana pemahaman mereka, kita amat sedih sekali dan kita akan tahu yang mereka itu tidak belajar sebenarnya. 
Ingatlah, kita hanya boleh bercakap tentang ayat-ayat yang kita telah belajar. Kalau kita


Daurah tafsir 2019 sesi 22(57)nota 16(348)

Daurah tafsir 2019 sesi 22(57)nota 16(348)

Di dalam Surah al-Hadid tersebut beberapa halangan berikut, halangan paling besar di jalan iman yang
sempurna ialah tidak mengetahui sifat-sifat Allah.(Ayat: 1-6). Halangan yang paling besar di jalan infaq ialah sifat bakhil dan cintakan dunia (Ayat: 24). Halangan yang paling besar di jalan jihad ialah cara hidup رهابانية (Ayat 27).

Al-Hadid 57:1
سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ 
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

Al-Hadid 57:2
لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِۖ يُحْىِۦ وَيُمِيتُۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ 
Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

Al-Hadid 57:3
هُوَ ٱلْأَوَّلُ وَٱلْءَاخِرُ وَٱلظَّٰهِرُ وَٱلْبَاطِنُۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ 
Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Al-Hadid 57:4
هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِۚ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَاۖ وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ 
Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar dari dalamnya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Al-Hadid 57:5
لَّهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِۚ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرْجَعُ ٱلْأُمُورُ 
Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi. Dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.

Al-Hadid 57:6
يُولِجُ ٱلَّيْلَ فِى ٱلنَّهَارِ وَيُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِى ٱلَّيْلِۚ وَهُوَ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ 
Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati.



Al-Hadid 57:27
ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِم بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ٱبْنِ مَرْيَمَ وَءَاتَيْنَٰهُ ٱلْإِنجِيلَ وَجَعَلْنَا فِى قُلُوبِ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً وَرَهْبَانِيَّةً ٱبْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَٰهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ٱبْتِغَآءَ رِضْوَٰنِ ٱللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَاۖ فَـَٔاتَيْنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنْهُمْ أَجْرَهُمْۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَٰسِقُونَ 
Kemudian Kami susulkan rasul-rasul Kami mengikuti jejak mereka dan Kami susulkan (pula) Isa putra Maryam; Dan Kami berikan Injil kepadanya dan Kami jadikan rasa santun dan kasih sayang dalam hati orang-orang yang mengikutinya. Mereka mengada-adakan ra¥b±niyyah, padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka (yang Kami wajibkan hanyalah) mencari keridhaan Allah, tetapi tidak mereka pelihara dengan semestinya. Maka kepada orang-orang yang beriman di antara mereka Kami berikan pahalanya, dan banyak di antara mereka yang fasik.



Beberapa Kata Kunci Dan Tema Utama Surah
1.Ayat  هُوَ ٱلْأَوَّلُ وَٱلْءَاخِرُ وَٱلظَّٰهِرُ وَٱلْبَاطِنُۖ (Ayat: 3). Melalui ayat ini zat (diri) Allah diperkenalkan, Dia adalah yang pertama bererti Dialah yang menjadikan sekalian makhluk, sekalian makhluk adalah ciptaanNya. Dia adalah البَاطِن dilihat kepada sudut zat dan hakikatNya yang tersembunyi tetapi dilihat dari sudut tanda-tandaNya, Dia adalah  الظَّاهر yang sangat nyata).

2. Galakan supaya membelanjakan harta di jalan Allah (infaq) telah dikemukakan dengan berbagai-bagai cara.

(a) Mula-mula dikatakan: "Kamu hendaklah membelanjakan sedikit hartaKu yang Aku jadikan kamu sebagai khalifah (wakil) untuk menjaganya" (Ayat:7).وَأَنفِقُوا۟ مِمَّا جَعَلَكُم مُّسْتَخْلَفِينَ فِيهِۖ

Al-Hadid 57:7
ءَامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَأَنفِقُوا۟ مِمَّا جَعَلَكُم مُّسْتَخْلَفِينَ فِيهِۖ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَأَنفَقُوا۟ لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ 
Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari harta yang Dia telah menjadikan kamu sebagai penguasanya (amanah). Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang besar.

(b) Orang-orang Islam dikejutkan dengan soalan: Kenapa kamu tidak mahu berbelanja (di jalanAllah)?" (Ayat: 10).
وَمَا لَكُمْ أَلَّا تُنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ

(c) Hakikat bahawa jika manusia tidak berbelanja sebelum kematiannya maka hartanya akan diwarisi
Allah (Ayat: 10)وَلِلَّهِ مِيرَٰثُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِۚ


Al-Hadid 57:10
وَمَا لَكُمْ أَلَّا تُنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلِلَّهِ مِيرَٰثُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِۚ لَا يَسْتَوِى مِنكُم مَّنْ أَنفَقَ مِن قَبْلِ ٱلْفَتْحِ وَقَٰتَلَۚ أُو۟لَٰٓئِكَ أَعْظَمُ دَرَجَةً مِّنَ ٱلَّذِينَ أَنفَقُوا۟ مِنۢ بَعْدُ وَقَٰتَلُوا۟ۚ وَكُلًّا وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلْحُسْنَىٰۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ 
Dan mengapa kamu tidak menginfakkan hartamu di jalan Allah, padahal milik Allah semua pusaka langit dan bumi? Tidak sama orang yang menginfakkan (hartanya di jalan Allah) di antara kamu dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menginfakkan (hartanya) dan berperang setelah itu. Dan Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.


(d) Dinyatakan perbelanjaan dan peperangan yang dilakukan selepas pembukaan Mekah tidak sama
dengan perbelanjaan dan peperangan yang dilakukan sebelumnya (Ayat: 10).


(e) Orang-orang Islam diminta supaya memberikal ,:r..-ll d"Jdl iaitu hutang dengan bayaran yang lebih
daripada hutang asal (Ayat: 11).قَرْضًا حَسَنًا

Al-Hadid 57:11
مَّن ذَا ٱلَّذِى يُقْرِضُ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَٰعِفَهُۥ لَهُۥ وَلَهُۥٓ أَجْرٌ كَرِيمٌ 
Barangsiapa meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan mengembalikannya berlipat ganda untuknya, dan baginya pahala yang mulia,

(f) Orang-orang yang memberikan قَرْضًا حَسَنًا diberikan berita gembira akan mendapat pahala dan
ganjaran yang istimewa (Ayat: 11).

3. Daripada firman Allah (Ayat 10):لَا يَسْتَوِى مِنكُم مَّنْ أَنفَقَ مِن قَبْلِ ٱلْفَتْحِ وَقَٰتَلَۚ

Dapat diketahui bahawa para sahabat itu tidak sama darjatnya, walaupun semua mereka dijanjikan

348

Khamis, April 01, 2021

Tafsir asas quran nota 9(302)253

Tafsir asas quran nota 9(302)253

Maksudnya: Dan demi sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa orang Rasul sebelummu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. Dan tidak ada hak bagi seseorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada perkara dan hukum (Ar Rad:38)

Bantahan Terhadap Dalil Ketiga.
Golongan kedua sekali lagi memakai perkataan آية di dalam firman Allah ini dengan erti ayat alQur'an. Firman Allah:
وَمَا كَانَ لِرَس؟ولٍ أَن يَأْتِيَ بِئَايَةٍ آِلَّا بِإِذْنِ اللهِ
dengan terjemahan yang telah diberikan di ataş, iaitu: "Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mu'jizat) melainkan dengan izin Allah", nampaknya tidak sesuai dengan selera golongan kedua. la mengikut selera mereka seharusnya diterjemahkan begini, "Dan tidak ada hak bagi seseorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (al-Qur'an setelah ayat-ayat tertentu dimansukhkan), melainkan dengan izin Allah.”

Cuba lihat berapa banyak tambahan perlu dimas ı ıkkan ke dalam kurangan () untuk memenuhi selera mereka? Padahal di mana terdapat isyarat dan petunjuk kepada ayat-ayat yang memansukhkan ayat-ayat tertentu yang dibawa oleh seseorang rasul?? Di mana pula terdapat isyarat dan petunjuk kepada ayat-ayat tertentu yang dimansukhkan???
Sebanyak-banyak terjemahan dan tafsir dalam bahasa Melayu/Indonesia saja pun, baik Tafsir Pimpinan Ar-Rahman, Tafsir Departmen Agama Indonesia, Tafsir Prof. Mahmud Yunus, Tafsir AI-Furqaan A. Hasan, Tafsir al-Azhar Prof. HAMKA atau tafsir-tafsir lain, semuanya mentafsirkan perkataan آية di dalam ayat ke-38 Surah ar-Ra'd itü dengan mu'jizat atau hükum (syariat) dan tanda-tanda kebesaran Allah. Tidak ada satu pun daripadanya mentafsirkannya dengan ayat al-Qur'an yang memansukhkan mana-mana ayat lain di dalam al-Qur'an itü datangnya dengan izin Allah!

Lihat saja sebagai contohnya bagaimana Prof. Mahmud Yunus mentafsirkan ayat ke-38-39 Surah ar-Ra'd itü di dalam Tafsimya, 'Tafsir al-Qur'an al-Karim':

"Allah telah mengutus beberapa rasul sebelum Nabi Muhammad. Rasul itü tidak boleh mendatangkan ayat (tanda mukjizat), melainkan dengan izin Allah. Pada setiap masa rasuı itü ada kitabnya yang tertentu yang berisi hukum-hukum yang sesuai dengan keadaan pada masa

253

Daurah tafsir 2019 sesi 22(57)nota 16(347)

Daurah tafsir 2019 sesi 22(57)nota 16(347)

Zaman Diturunkan
Surah al-Hadid diturunkan sebelum peristiwa perdamaian di Hudaibiyah sekitar tahun ke-5 dan ke-6 Hijrah, ketika itu kesediaan orang-orang Islam untuk mengorbankan nyawa dan juga harta dalam jihad mereka terhadap orang-orang kafir sangat-sangat diperlukan. Di dalam surah ini mereka diminta supaya selain berjihad بِالحَديد iaitu بِالسِّيف (berjihad menggunakan senjata) mereka juga diminta supaya berjihad بِالمل (dengan harta benda) iaitu infaq. Dari segi tartib kitabi, Surah al-Hadid mula-mula sekali disebut,
kemudian Surah al-Mujadilah kemudian Surah al-Hasyr dan akhir sekali Surah al-Mumtahanah. Tetapi jika dilihat dari sudut tartib nuzuli, maka Surah al-Hasyr adalah surah yang mula-mula sekali diturunkan, ia diturunkan pada tahun ke-4 Hijrah. Selepas itu Surah al-Hadid, ia diturunkan di
permulaan tahun ke-5, selepas itu Surah al-Mujadilah, ia juga diturunkan di akhir tahun ke-5 Hijrah, kemudian akhir sekali Surah al-Mumtahanah, ia diturunkan di permulaan tahun ke-8 Hijrah.

Perkaitan Surah Al-Hadid Dengan Surah Sebelum Dan Selepasnya
1. Di dalam Surah al-Waqi'ah telah disebutkan pahala dan ganjaran yang diperolehi golongan السَّابقون dan golongan أصحابُ اليمين. Di dalam Surah al-Hadid ini pula disebutkan sifat-sifat mereka, merekaadalah orang-orang yang yakin sepenuhnya terhadap sifat-sifat Allah, selain berbelanja dengan banyak di jalan Allah mereka juga berjihad menentang musuh-musuh yang menceroboh dari luar, selain itu mereka juga menegakkan keadilan dalam masyarakat.
2. Di dalam Surah al-Mujadilah akan datang, terdapat pula arahan memerangi musuh-musuh Islam dari
dalam iaitu golongan munafiq, sifat-sifat mereka disebutkan.

Perkaitan Tema-Tema Di Dalam Surah Al-Hadid
Di dalam Surah al-Hadid mula-mula sekali disebutkan tentang sifat-sifat Allah dan keimanan kepadanya, selepas itu orang-orang Islam dituntut supaya membelanjakan harta benda di jalan Allah. Selepas itu mereka dituntut supaya berjihad dan berperang dan akhir sekali mereka diseru supaya menegakkan keadilan dalam masyarakat yang merupakan salah satu matlamat utama sekalian Rasul
diutuskan. Tanpa adanya aqidah tauhid dan pengetahuan tentang asma' dan sifat Allah, jihad adalah suatu yang
mustahil. Sebelum berjihad dengan jiwa raga, jihad dengan harta benda dengan membelanjakannya di jalan Allah adalah suatu yang mesti. Tanpa berjihad, negara Islam tidak mungkin ditegakkan dan tanpa adanya kerajaan Islam, sistem yang adil tidak dapat ditegakkan. Firman Allah لِيَقُومَ ٱلنَّاسُ بِٱلْقِسْطِۖ(ayat 25); tidak akan terlaksana.

Al-Hadid 57:25
لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِٱلْبَيِّنَٰتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْمِيزَانَ لِيَقُومَ ٱلنَّاسُ بِٱلْقِسْطِۖ وَأَنزَلْنَا ٱلْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥ وَرُسُلَهُۥ بِٱلْغَيْبِۚ إِنَّ ٱللَّهَ قَوِىٌّ عَزِيزٌ 
Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan, hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat, Mahaperkasa.


Beberapa Halangan Yang Tersebut Di Dalam Surah Al-Hadid

347